Selasa, 19 Januari 2010

Pentingnya Menuntut Ilmu

Kita sebagai seorang muslim diperintahkan untuk menuntut ilmu, tentu saja ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu yang bermanfaat, karena apabila yang kita pelajari ilmu yang tidak bermanfaat, maka hanya kesia-siaanlah yang akan kita dapat. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 طلب العلم فريضة على كلّى مسلم

"Menuntut ilmu wajib atas setiap Muslim" [Shahih Al-Jami', no. 3913].

Dan dengan ilmu pula Allah akan memudahkan jalannya kesurga dan akan mengangkat derajat orang yang menuntut ilmu.
Diriwayatkan dari Abu Ad-Darda Radhiyallahu Anha, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda" :

 من سلك طريقايبتغي فيه علماسهل الله له طريقاإلى الجنة  وإنّ الملا عكة لتضع أجنحتها لطا لب العلم رضابمايضع  وإنّ العالم ليستغفرله من في السّموات ومن في الأرض حتّى الحيتان في الماء  وفضل العالم على العابدكفضل القمرعلى ساعرالكواكب  وإنّ العلماءورثةالأنبياء  وإنّ الأنبياء لم يورّثوديناراولادرهما  وإنّماورّثواالعلم  فمن أخذه أخذبحظّ وافر

"Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk mencari imu, Allah akan memudahkan baginya jalan kesurga. Sesungguhnya para malaikat membentang sayapnya untuk para penuntut ilmu karena mereka ridha atas apa yang ia lakukan. Orang yang berilmu akan didoakan untuknya ampunan oleh yang ada dilangit maupun yang ada dibumi sampai ikan yang ada dalam lautan. Keutamaan orang yang berilmu dengan orang yang beribadah adalah seperti keutamaan bulan dengan seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris nabi, dan nabi tidak pernah mewariskan dinar maupun dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, ia telah mendapatkan baian yang sangat besar" [HR. Abu Dawud 93641); At-Tirmidzi (3682); Ibnu Majah (223); Ibnu Hibban (88); Ahmad (5/196); Ad-Darimi (1/98); Al-Baghawi, syaih As-Sunnah (1/275-276); Ibnu Abdul Barr, Jami' Bayan Al-Ilmi wa Fadhlih, (1/36-37); At-Thahawi, Musykil Al-Atsaar (1/429); Al-Iman (25 dan 115), serta Shahih Al-Jami' no. 6297].

Seorang penuntut ilmu juga diharuskan mengamalkan ilmu yang dia peroleh/pelajari , dengan begitu kita menjaga ilmu, karena sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu yang telah Ia anugrahkan kepada kalian, akan tetapi ilmu tersebut akan hilang dengan meninggalnya para ulama. Dengan itu tinggallah orang-orang bodoh. Mereka ditanya dan berfatwa. Maka, mereka sesat dan menyesatkan.
 Al-Fudhail berkata; Yang dituntut dari ilmu adalah pengamalan, pengamalan adalah wujud dari ilmu. Dia juga berkata; Manusia berkewajiban menuntu ilmu. Apabila ilmu telah diperoleh, ia berkewajiban mengamlkannya. Abdullah bin Mu'taz berkata, Ilmu bila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.

Ilmu adalah salah satu amalan yang tidak akan putus walaupun kita sudah meninggal.
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

 إذامات ابن ادم انقطع عمله إلّامن ثلاث  صدقة جارية  او علم ينتفع به  أوولدصالح يدعوله

"Apabila meninggal anak Adam, terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa'at, dan anak shalih yang selalu mendoakannya" [HR. Muslim].

Wallahu'am....

Penulis : Akhmadi

0 komentar:

Posting Komentar