Minggu, 03 Januari 2010

Memilih Calon Istri

Allah telah menciptakan penawar bagi segala macam penyakit yang melanda manusia. Penawar itu mudah didapatkan dari sisi syariat maupun kemampuan manusia dalam berikhtiar. Barangsiapa yang ingin berobat dengan apa-apa yang telah disyariatkan Allah, meminta tolong kepada-Nya dengan mengerahkan semua kemampuannya dan lewat jalan yang semestinya. Namun barangsiapa yang mencari obat dengan apa-apa yang dilarang syariat, sekalipun itu sanggup dilakukan, berarti dia telah berbuat kesalahan dala usahanya mencari kesembuhan.

Salah satu penyakit yang sering dan hampir melanda setiap orang adalah penyakit cinta, cinta bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Entah dia orang miskin, kaya, pria, wanita, muda, maupun tua.

Dan bagaimanakah cara mengobati cinta .. ?
Tentu saja kita harus mencari obat yang sesuai syariat, yakni dengan menikah. Karena dengan menikah tidak hanya mengobati hati yang terkena cinta namun juga menjaga kesucian antara laki-laki dan wanita. Juga yang lebih terpenting jalan ini diridhoi oleh Allah. Dan para laki-laki lah yang akan meminang para wanita.

Lantas bagaimanakah memilih perempuan wanita dengan kriteria yang baik untuk dijadikan seorang istri ?

Sebagaimana hadist, Dari Abu Umamah Bahwa Rasulullah bersabda :

مااستفادالمؤمن بعدتقوى الله عزّوخل خيراله من زوجة صا لحة إن أمرهاأطا عته وإن نظر إليهاسرّته وإن أقسم عليهاأبرّتهوإن غاب عنهانصحته في نفسه وماله

"Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi sorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah Azza wajalla daripada istri yang solehah, bila ia menyuruhnya maka ia menaatinya, bila ia memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah maka ia mendukungnya dan bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya" [HR. Ibnu Majah].

Di bawah ini beberapa kriteria tersebut.
- Taat beragama dan sangat mencintainya.
- Tidak mengenal kata-kata tercela.
- Diantara sifatnya ialah bersabar dan tidak bersedih.
- Dia tidak meremehkan dosa.
- Dia berakhlak mulia.
- Diantara sifatnya ialah tidak menceritakan lainnya kepada suaminya.
- Dia tidak memakai farfum ketika keluar dari rumahnya dan memelihara hijabnya.
- Diantara sifatnya ialah dia tidak melihat aurat wanita lain.
- Diantara sifatnya ialah dia mentaati suaminya (dalam hal syariat).
- Istri yang beriman tidak meminta cerai kepada suaminya (kecuali dengan asbab yang jelas dan sesuai syariat).
- Dia tidak melepaskan pakaiannya selain dirumahnya dan senatiasa menjaga hijabnya diluar rumah dan dari orang-orang asing (bukan muhrim).
- Dia membantu suaminya untuk mentaati Allah.
- Diantara sifatnya ialah suka bersedekah untuk kebajikan

Demikianlah diantaranya kriteria memilih istri, namun perlu diingat bahwa apabila kita menginginkan istri yang solehah, maka kita juga harus memperbaiki akhlak dan ibadah kita, karena wanita yang solehah untuk laki-laki yang soleh pula.

Penulis : Akhmadi Normas
dari berbagai sumber.

0 komentar:

Posting Komentar